Serangan Hama Tikus di DI Wae Mantar I Satar Mese, Padi Terancam Gagal Tumbuh

Foto serangan hama tikus di areal persawahan daerah irigasi Wae Mantar 1 Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. Serangan terjadi pada musim tanam awal tahun 2025. Foto: aka

Ruteng, FokusNTT – Tanaman padi di daerah irigasi (DI) Wae Mantar 1 Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, terancam gagal tumbuh bahkan terancam gagal akibat serangan hama tikus.

Demikian keluhan sejumlah petani di daerah irigasi tersebut kepada media ini, Senin (10/2).

Bacaan Lainnya

Ketua Kelompok Tani Ara Koe Desa Ponggeok Paulus Jehoman mengatakan, serangan hama tikus di DI Wae Mantar 1, yang paling parah terjadi pada areal sawah di desa Ponggeok.

Paulus mengatakan, serangan hama tikus lebih masif saat memasuki musim tanam tahun ini.

Dia menambahkan, serangan hama tikus kali ini terjadi hampir di seluruh wilayah persawahan di desa Ponggeok.

Dijelaskannya, memang serangan hama tikus di areal persawahan di desa Ponggeok sudah terjadi pada musim tanam sebelumnya, namun secara sporadis. “Serangan (hama tikus) ini kali sudah hampir menyeluruh,” ungkapnya.

Terkait serangan hama tikus pada musim tanam sebelumnya, salah seorang petani di Ponggeok menyatakan kekecewaannya.

“Saya menggarap sawah seluas dua patok (sama dengan setengah hektar), hasilnya cuma sepuluh kilogram beras. Biasanya, hasil dari lahan tersebut mencapai 40 karung padi,” ungkap Mus Anggot, petani di DI Wae Mantar 1.

Masih menurut Ketua Kelompok Tani Ara Koe Paulus Jehoman, serangan hama tikus musim tanam kali ini, menyerang batang padi yang berusia mulai dari dua minggu sehingga padi terancam gagal tumbuh.

“Kali ini, hama tikus menyerang padi yang baru berusia rata-tata dua minggu,” jelasnya.

Lanjut Paulus, memang setelah hama tikus menyerang batang tanaman padi yang berusia dua minggu, akan tumbuh lagi tunas baru. “Namun proses tumbuhnya lambat dan hasil panennya tidak sesuai harapan,” ujarnya seraya menambahkan, bahkan tanaman padi yang diserang hama tikus terancam gagal tumbuh.

Berbeda dengan musim tanan sebelumnya, hama tikus menyerang padi mulai dari bakal malai (atau dalam istilah petani Manggarai, woja berat) hingga pembungaan bahkan gabah matang (woja rekuk).

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh disampaikan Ketua Kelompok Tani Bangka Senggong Godelfridus Jalu.

Menurut Godelfridus, jika serangan hama tikus tersebut tidak segera ditangani, maka ratusan areal persawahan di DI Wae Mantar I terancam gagal panen.

Data yang dihimpun media ini menyebutkan, luas areal persawahan di DI Wae Mantar I diperkirakan mencapai 360 hektar. Hampir sebagian besar tanaman padi di areal persawahan tersebut diserang hama tikus.

Berdasarkan informasi media ini, laporan tentang serangan hama tikus di areal persawahan DI Wae Mantar 1 itu telah dilaporkan petugas lapangan ke Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai.

Penulis: aka

Editor: aka

Pos terkait